MENJINAKAN SEMBURAN LUMPUR LAPINDO

MENGALIRKAN SEMBURAN LUMPUR MELALUI PIPA 

Oleh: Dedi Ganedi 

Tahap I. : Memasang plat bundar terbuat dari balok-balok kayu diameter tiga kali diameter lubang semburan. Ditengah plat diberi lubang seukuran inlet pipa baja. Di sepanjang tepi plat diberi kaki-kaki dari balok kayu. Tahap II: Memasukkan pipa baja 1 ke dalam lubang semburan melalui lubang di tengah-tengah plat kayu. Leher pipa berupa plat baja bundar untuk bertumpu pada plat kayu. Pada outlet pipa baja sudah dipasang pipa-pipa HDPE panjang dengan gate valve (keran) sudah dibuka untuk mengalirkan lumpur keluar area. Tahap III: plat kayu sudah mulai amblas perlahan. Memasukkan ruas pipa baja 2 berikutnya dengan gate valve dalam keadaan terbuka mengalirkan lumpur ke kolam malalui pipa-pipa HDPE pendek.   Tahap IV: Sementara plat kayu amblas perlahan. Memasukkan ruas pipa baja 3 berikutnya. Gate valve pada pipa baja 1 ditutup kemudian pipa-pipa HDPE panjang dicabut dan dipasangkan kepada outlet pipa baja 3. Gate valve pada ruas pipa baja 2 ditutup dan gate valve pada ruas pipa baja 3 dibuka sehingga lumpur akan mengalir melalui outlet ruas pipa baja 3. Demikian juga untuk pemasangan ruas pipa baja tahap berikutnya sedemikian hingga dicapai kondisi optimum antara kemampuan aliran lumpur naik,  kekokohan konstruksi pipa baja, dan daya dukung tanah sekitarnya. Di atas plat kayu dipasang anjungan-anjungan kayu untuk pekerja sehingga masih dapat mengatasi lajunya penurunan plat kayu. Alternatif lain adalah menggunakan drum-drum kosong di bawah plat kayu untuk membantu plat kayu tidak mudah tenggelam.Namun, metode ini tidak lepas dari penelitian kondisi lapangan terlebih dahulu untuk mempelajari kelayakan serta melakukan beberapa penyesuaian metode. 

Untuk memperjelas bagaimana metode ini bekerja, lihat gambar diagram berikut ini

 

DIAGRAM PENGALIRAN LUMPUR MELALUI PIPA

 

RANGKAIAN BOLA KAYU SEBAGAI ALTERNATIF MENGURANGI VOLUME SEMBURAN LUMPUR DI PORONG 

Oleh:
Dedi Ganedi

Usaha pemasukan rangkaian bola beton tahap I telah dilakukan untuk mengurangi volume semburan lumpur di Porong. Namun, volume semburan  nampaknya belum memberikan hasil yang berarti.

 

Sangat disayangkan bahwa kini akan dilanjutkan dengan tahap II, metoda yang relatif hampir sama dengan tahap I, yaitu masih dengan memasukkan rangkaian bola beton.

 

Seharusnya perlu diadakan analisa kritis mengenai karakteristik semburan Lumpur Lapindo ini setelah diberi aksi berupa pemasukan bola beton tahap I. Perubahan volume semburan yang tidak berarti pada tahap I seharusnya menjadi pendorong untuk mempelajari kembali metode pemasukan rangkaian bola beton dan melakukan modifikasi yang berarti terhadap metode tersebut.

 

Kurang berhasilnya metode bola beton tahap I memberikan asumsi bahwa

– bola-bola beton telah tenggelam, menyangkut, dan terkubur di dalam lubang semburan

– aliran lumpur terus mengalir dan membuat celah baru disamping tumpukan bola beton yang terkubur.

 

Dengan asumsi tersebut maka perlu kiranya melakukan modifikasi rangkaian bola beton yang ada dengan menambah rangkaian bola yang dapat terapung di dalam cairan lumpur. Bahan bola tersebut adalah ringan dan tahan terhadap panas dan benturan. Dalam hal ini dapat digunakan bola kayu tidak menutup kemungkinan dengan bahan lain yang cocok.

 

Bola beton masih dapat digunakan yang berfungsi sebagai pemberat agar bola-bola kayu tidak terapung hanyut ke permukaan. Adapun satu  rangkaian bola-bola kayu tersebut dapat digambarkan di bawah ini

bolaporong.jpg

Bola-bola kayu dibungkus jaringan kawat ringan dan dilubangi untuk memasukkan “wire rope” pengikat rangkaian bola-bola. Ukuran bola-bola kayu disesuaikan dengan ukuran bola beton serta berat total kawat dan wire rope sedemikian hingga rangkaian bola-bola kayu masih dapat melayang di dalam aliran lumpur. 

Agar metode bola-bola kayu ini dikaji dan dianalisa di laboratorium untuk menentukan komposisi rangkaian yang tepat sesuai dengan data dan sifat cairan lumpur yang ada.

 

 

Namun, dari perkembangan aliran volume lumpur dan penelitian nampaknya ini bukan semburan lumpur biasa. Ini adalah mud vulcano yang sulit dihentikan sebagaimana banyak terjadi di muka bumi ini, misalnya di Azerbaijan yang terluas dan masih ada sampai sekarang.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: