GAMBAR SITUS PURBAKALA NABI NUH
By ganedio
Tulisan ini dikirim pada pada Maret 22, 2007 6:58 am dan di isikan dibawah BANJIR NUH. Anda dapat meneruskan melihat respon dari tulisan ini melalui RSS 2.0 feed. r
Anda dapat merespon, or trackback dari website anda.
Agustus 22, 2007 pukul 12:01 am
Waah…
jadi inget Evan Almighty, he5…
September 18, 2007 pukul 8:19 pm
salam kenal mas.
September 19, 2007 pukul 8:53 am
Ya, terima kasih.
Siapa yang ingin membuat peta kontur (topografi), potongan permukaan, menghitung volume air, dari peta google earth, bisa menggunakan software “Autocad Civil 3D 2008″. Harga softwarenya mahal.
September 24, 2007 pukul 2:16 pm
sumbernya darimana? selama ini setahu saya situs bajir nabi nuh a.s. belum pernah ditemukan lalu dipublikasikan. bila benar, tentunya berita sehebat ini sudah masuk majalah TIME.
saya hanya ingin berhati-hati, banyak hoax tentang ini soalnya.
September 25, 2007 pukul 9:58 am
To Spitod-san.
Sudahkah membaca tulisan saya dibawahnya? Saya telah menuliskan alamat situs sebagai salah satu sumbernya yang cukup lengkap.
Situs Nabi Nuh adalah cerita lama. Media asing telah membuat film dokumenter tentang situs perahu Nabi Nuh yang pernah juga ditayangkan di televisi di Indonesia. Setahu saya sudah dua kali.
Jika ingin melihat bagaimana bentuk situs perahu Nabi Nuh, anda bisa mencari dan melihatnya di peta Google Earth. Saya sudah melihatnya. Namun, memang telah lama terjadi pro dan kontra antar para ahli geologi mengenai terbentuknya batuan seperti perahu itu. Mereka yang kontra umumnya tidak yakin bahwa banjir telah melanda seluruh dunia karena tidak ada bukti untuk itu dan tidak ada alasan ilmiah yang kuat.
Berhubung adanya software yang baru muncul untuk membuat peta kontur dari Google Earth, saya merencanakan merevisi gambar daerah banjir Nabi Nuh dengan software itu. Yang pada penelitian awal saya melalui google earth, luas banjir itu hampir seluas pulau Jawa (berupa cekungan raksasa), bukan seluruh dunia. Semoga akan memperkuat lagi bahwa disitulah terdapat situs banjir Nabi Nuh.
Saya juga telah menyarankan agar dilakukan penggalian arkeologi pada lokasi dimana kemungkinan benda-benda purbakala terkubur setelah terbawa hanyut banjir.